Twitter Akan Intip Aplikasi yang Terpasang di Smartphone


Sebagai sebuah sosial media ternama yang juga dijuluki sebagai media microblogging, Twitter semakin gencar memperketat keamanannya agar para pengguna mereka merasa lebih aman ketika masuk ke dalam portal layanan sosial media popular yang satu ini. Kepopuleran Twitter yang bersaing ketat dengan Facebook, membuat banyak penjahat dunia maya yang ingin mencoba meretas sangkar keamanan Twitter. Itu terbukti dengan beberapa laporan percobaan pencurian data pengguna.

Demi meningkatkan keamanan dan kenyaman para penggunanya, Twitter berusaha keras meningkatkan keamanan mereka dengan berbagai macam fitur yang telah mereka rilis. Mulai dari kunci keamanan dua tahap hingga fitur mute yang dapat digunakan oleh pengguna agar lebih nyaman ketika berada di portal layanan Twitter.

Baru-baru ini Twitter kembali berupaya meningkatkan keamanan mereka dengan cara berusaha mengintip aplikasi apa saja yang terpasang pada smartphone atau tablet yang digunakan oleh para penggunanya. Twitter akan mulai mengintip aplikasi apa saja yang dipasang oleh para pengguna di smartphone dan tablet untuk lebih memberikan pengalaman berselancar yang lebih nyaman bagi pengguna.

Hal ini diungkapkan dalam sebuah postingan blog di halaman web pusat bantuan Twitter. Twitter akan mulai mengumpulkan informasi pada semua aplikasi pengguna yang ada pada ponsel dan tablet mereka. Media sosial ini juga mengatakan bahwa langkah tersebut akan memungkinkan mereka untuk menargetkan pengguna Twitter dengan iklan yang disesuaikan atau iklan tertarget. Sebelumnya cara seperti ini juga sudah digunakan oleh Google melalui layanan electronic mail atau e-mail mereka yang lebih dikenal dengan sebutan Gmail. Pengguna dapat melihat perangkat apa saja yang digunakan untuk masuk kea kun Gmai mereka.

Twitter mengatakan akan menargetkan pengguna yang menggunakan aplikasi pada semua perangkat mobile yang menjalankan iOS Apple dan sistem operasi Google Android. Twitter berdalih bahwa hal ini akan membantu membangun pengalaman Twitter lebih pribadi untuk para pengguna. Twitter mengumpulkan dan kadang-kadang memperbarui daftar aplikasi yang diinstal pada perangkat mobile pengguna sehingga dapat memberikan konten yang disesuaikan sehingga pengguna mungkin akan tertarik dengan konten tersebut.

Twitter yang kini memiliki 284 juta pengguna aktif bulanan tersebut mengatakan bahwa mereka hanya akan mengumpulkan nama-nama aplikasi pada perangkat para penggunanya, bukan data dalam program atau aplikasi yang terpasang pada smartphone atau tablet pengguna tersebut. Informasi yang dikumpulkan tersebut disebut graph data dan akan digunakan untuk meningkatkan siapa yang akan di follow  karena berbagi minat yang sama, menambahkan tweet, akun atau konten lainnya ke timeline pengguna yang menurut Twitter menarik minat pengguna dan menunjukkan konten promoted tweet yang lebih relevan.

Twitter sendiri akan secara otomatis menambahkan pengguna ke layanan pengumpulan data baru tersebut, namun tidak menjelaskan bagaimana cara untuk mematikan atau menonaktifkan hal tersebut. Langkah Twitter ini patut dipikirkan oleh pengguna. Jika dirasa menganggu privasi, akan ada baiknya untuk menghapus aplikasi Twitter resmi tersebut dari perangkat dan menggantinya dengan aplikasi ketiga yang lebih bagus dari sisi privasi.

Keputusan tersebut juga memperlihatkan arah monetisasi Twitter melalui promoted Tweet yang akan semakin sering terlihat di timeline. Dengan melihat aplikasi apa saja yang dipakai pengguna, Twitter akan mampu mengarahkan minat pengguna kepada hal-hal yang mereka sukai melalui promoted tweet, siapa yang akan di-follow dan lainnya.

Related Posts: