Sering Nongkrong di Warung, Direktur AMINEF FAsih Berbahasa Jawa


Siapa yang menyangka jika sebuah warung ternyata bisa digunakan sebagai tempat untuk belajar bahasa? Hal tersebut telah dilakukan dan dibuktikan oleh Direktur American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) yang baru dilantik, Alan H Feinstein, ternyata fasih berbahasa Indonesia dan Jawa. Feinstein yang pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1971 itu bisa fasih berbahasa Jawa dari seringnya ia nongkrong di warung dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

"Saat pertama kali ke Indonesia, saya tidak tahu bahasa Indonesia sama sekali," kata Alan Feinstein di sela-sela acara resepsi perkenalannya di kediaman Duta besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) di Jalan Taman Suropati Nomor 3, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/11/2014). Feinstein lalu memberitahukan satu cara untuk menguasai bahasa Indonesia, cara tersebut yang kemudian membuatnya fasih berbahasa Indonesia dan Jawa. Itu dikarenakan dia sering mengunjungi warung.

"Saya pergi ke warung, orang-orang biasanya bertanya pada saya, pertanyaan yang sama yang bisa melatih kemampuan bahasa saya. Mereka biasanya bertanya Namanya siapa?, Dari mana?, Sudah berapa lama di sini?, Anaknya berapa?," kata Feinstein dengan bahasa campuran, Inggris-Indonesia yang disambut tawa. Pertanyaan-pertanyaan itu, diakuinya membuat kemampuan bahasa Indonesianya meningkat.

Hal yang sama dilakukannya untuk belajar bahasa Jawa. Pada tahun 1984 lalu, Feinstein merupakan penerima beasiswa Fulbright Hays Dissertation Fellowship yang meneliti etnografi pada seni pertunjukan di Jawa Tengah saat menjadi kandidat doktor di University Michigan. "Dan setelah bertahun-tahun di Indonesia saya mulai belajar bahasa Jawa. Saat saya datang ke warung, mereka bertanya, 'Sinten naminipun?', 'Sampun dangu wonten meriki?'," celoteh Feinstein yang menunjukkan kemampuan bahasa Jawanya.

Orang Indonesia, menurutnya sangat ramah, sangat mudah menolong untuk belajar bahasa. "Itu yang membuat saya tertarik untuk belajar," jelas Feinstein. Sarjana dari College of Letters di Wesleyan University, dan master di bidang etnomusikologi di kampus yang sama ini sudah malang melintang sebagai program officer di beberapa yayasan seperti Ford Foundation Jakarta (1987-1995), Japan Foundation, Tokyo (1995-2000), Toyota Foundation, Tokyo (2002-2003), Rockeffeler Foundation Bangkok (2003-2008). Selain fasih berbahasa Indonesia dan Jawa, dia juga belajar beberapa bahasa Asia dan Eropa.

Related Posts: